Khasiat Menakjubkan Dan 10 Manfaat (biji cokelat) Bagi Kesehatan Tubuh

Jika cokelat
biasanya hadir dengan rasa manis berkat tambahan mentega, susu, dan gulanya,
tidak demikian dengan kakao yang sudah berbentuk bubuk. Bubuk kakao sering kali
diproses menjadi cokelat hitam (dark chocolate), sehingga masih memiliki cita
rasa yang cukup asli karena belum mendapat tambahan bahan-bahan lainnya.
Sebelum
menggunakannya sebagai bahan pembuat kue, es krim, dan berbagai sajian favorit
lainnya, Beberapa Manfaat Buah
Biji Cokelat :
1. Tinggi
antioksidan
Bubuk kakao
adalah salah satu makanan yang kaya akan kandungan flavonoid sebagai bagian
dari senyawa polifenol. Keduanya merupakan antioksidan alami. Antioksidan
adalah zat yang bertugas untuk menangkal efek buruk dari radikal bebas, yang
dapat memicu timbulnya berbagai penyakit dalam tubuh.
2. Mengurangi
risiko serangan jantung dan stroke
Oleh karena
kandungan flavonoidnya yang tinggi, maka bubuk kakao dipercaya dapat
memperkecil peluang Anda mengalami serangan jantung dan stroke. Pasalnya,
flavonoid akan berperan dalam meningkatkan oksida nitrat di dalam darah yang
akan melebarkan arteri dan pembuluh darah dalam tubuh, sehingga aliran darah
meningkat.
3. Mengurangi
gejala depresi
Cokelat sudah
lama dikenal bisa memperbaiki suasana hati seseorang. Ternyata, bubuk kakao-lah
yang punya andil besar dalam hal ini. Menurut dr. Elson Haas, seorang penulis
buku Staying Healthy with Nutrition, bubuk dari biji kakao ini bisa memperbaiki
suasana hati sekaligus mengatasi depresi.
Efek positif ini
didapat dari kandungan senyawa flavanol yang mampu menstabilkan serotonin,
yakni zat kimia dalam tubuh yang berperan mengendalikan emosi. Tidak hanya itu,
para peneliti dari Michigan Medicine University of Michigan juga menuturkan
bahwa bubuk kakao bisa membantu produksi hormon endorfin sebagai pembentuk mood
baik dalam tubuh.
4.
Memperbaiki fungsi otak
Bubuk pembuat
cokelat ini ternyata punya manfaat lain yang tak kalah unik, yaitu untuk
menunjang berbagai fungsi otak. Ini karena kandungan senyawa polifenol dalam
bubuk kakao bisa menurunkan risiko penyakit neurodegeneratif dengan cara
memperbaiki fungsi otak dan aliran darah dalam tubuh.
Senyawa
polifenol mengalir bersama darah menuju ke otak. Proses ini juga melibatkan
kerja biokimia sebagai penghasil neuron dan molekul penting guna menunjang
fungsi otak.
5. Menurunkan
tekanan darah
Kandungan
flavonoid dalam bubuk kakao dipercaya dapat memperbaiki kadar oksida nitrat
dalam darah. Hal ini juga secara bersamaan akan meningkatkan fungsi pembuluh
darah dan menurunkan tekanan darah. Bahkan, temuan dari sebuah studi yang
dimuat dalam Cochrane Library turut mendukung pernyataan tersebut.
6.
Memperbaiki gejala diabetes tipe 2
Meski konsumsi
cokelat secara berlebihan tidak disarankan untuk orang dengan diabetes,
nyatanya kakao memiliki manfaat yang cukup menjanjikan. Kandungan flavanol
sebagai antioksidan di dalam biji coklat murni ini ternyata bisa membantu
memperlambat pencernaan dan penyerapan karbohidrat di dalam usus.
7.
Mengendalikan berat badan
Sebuah
penelitian yang diterbitkan dalam Molecular Nutrition & Food Research
menemukan fakta bahwa kakao bermanfaat untuk mengendalikan berat badan. Biji
coklat ini bisa membantu mengatur energi di dalam tubuh, mengurangi nafsu
makan, mengurangi peradangan, meningkatkan pembakaran lemak tubuh, dan
meningkatkan perasaan kenyang.
8. Menjaga
kesehatan gigi dan tulang
Beberapa
penelitian menemukan fakta bahwa kakao mampu mencegah gigi berlubang dan
penyakit gusi. Ini karena biji coklat mengandung senyawa yang mengandung
antibakteri dan senyawa yang mampu merangsang sistem imun untuk menjaga
kesehatan gigi serta mulut.
Selain menjaga
kesehatan gigi, kandungan polifenol di dalam kakao juga memberikan efek yang
tak kalah berguna. Seseorang yang makan ekstrak kokoa biasanya memiliki
peredaran darah di kulit yang lebih lancar. Selain itu, biji cokelat ini juga
bisa meningkatkan dan memperbaiki tekstur permukaan kulit serta menjaganya
tetap terhidrasi.
9. Membantu
meringankan asma
Asma merupakan
penyakit pernapasan kronis yang menyebabkan sumbatan dan peradangan di jalur
napas. Penyakit pernapasan yang satu ini bahkan kerap mengancam nyawa. Nah,
ternyata sebuah penelitian mengungkapkan manfat kakao untuk orang yang memiliki
asma. Ini terjadi berkat kandungan senyawa antiama pada biji coklat, yaitu
teobromin dan teofilin.
Teobromin
merupakan senyawa yang mirip dengan kafein. Senyawa ini biasanya membantu
meringankan batuk terus-menerus akibat adanya sumbatan di jalur napas.
10.
Melindungi tubuh dari kanker
Kandungan flavanol dalam kakao dipercaya mampu melindungi tubuh dari penyakit kanker. Sebuah penelitian yang terdapat dalam Food and Chemical Toxicology menemukan bahwa biji coklat memiliki efek antioksidan. Artinya, senyawa ini mampu melindungi sel terhadap kerusakan molekul reaktif, melawan peradangan, menghambat pertumbuhan sel kanker, dan membantu mencegah penyebarannya.
Comments
Post a Comment